Informasi Website

🪢🏦👩‍❤️‍👨👬 Situs Klan Kekinian Simangunsong

Pembangunan Berkelanjutan

Situs Klan Simangunsong Kekinian adalah bagian kultur Batak yang bersifat lintas sektoral dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs/TPB) dengan empat prinsip: inklusif, integratif, berkelanjutan, dan no one left behind.

Empat Pilar

Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

01

Inklusif

Na pinukka na parjolo (sijolo-jolo tubu) diihuthon siala dipatupa na parpudi (sisonari)

Awal yang inklusif atau dasar yang luas atau dimulai dipulihkan, direstorasi, within new covenant by love, mercy, grace and dynamic transforming dengan dasar yang kuat sehingga dapat berkembang dan berbuah baik.

02

Integratif

Rundut ni eme do gabe na

Batang padi yang berbuat lebat akan membungkuk. Sesuatu yang berbuah lebat dan berhasil harus memiliki sifat integratif atau kemampuan memadukan berbagai aspek sehingga menjadi satu kesatuan yang harmoni. Tampakna do rantosna, rim ni tahi do gogonta.

03

Berkelanjutan

Eme na masa digagat Ursa, aha na masa i ma taula

Sesuatu yang kuat dan berakar akan dapat bertahan dan berkelanjutan seperti padi yang masak yang tetap berdiri tegak meskipun terkena angin atau cuaca buruk.

04

No One Left Behind

Boan sada na i

Tidak ada yang tertinggal. Prinsip ini memastikan semua keturunan Simangunsong diikutsertakan lintas generasi: Leluhur (Marga), Ompung & Buyut (Raja Simangunsong), Orangtua, Anak & Boru, serta Bere & Ibebere.

Fondasi Dalihan Na Tolu

Manat mardongan-tubu jumolo dung i, elek marboru asa tanda hita na somba marhula-hula.

Nilai ini menjadi ajakan hidup bersama untuk saling mengasihi: Somba Marhula-hula, Elek Marboru, dan Manat Mardongan Tubu pada parsadaan, raja, anak, boru, bere, dan ibebere di klan Simangunsong.

Lihat TaromboKembali Beranda